
KERINCI � Petugas kesehatan dari Puskesmas Kemantan menyisir seluruh area MAN 2 Kerinci untuk melakukan survei pemetaan vektor penyakit dan reservoar leptospirosis. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi penularan Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, serta Leptospirosis di lingkungan madrasah.
Pemeriksaan difokuskan pada pemetaan titik-titik rawan genangan air, drainase, fasilitas saniter, hingga area yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk pembawa DBD (Aedes aegypti) dan Malaria (Anopheles). Selain pemantauan jentik nyamuk, petugas juga mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berisiko menjadi sarang atau jalur aktivitas hewan pengerat seperti tikus, yang merupakan reservoar utama Bakteri penyebab Leptospirosis.
Tim Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kemantan menjelaskan bahwa penyisiran ini sangat penting mengingat lingkungan sekolah merupakan tempat berkumpulnya siswa dan tenaga pendidik dalam durasi yang panjang setiap harinya. Pemetaan secara mendalam dilakukan agar potensi munculnya sumber penyakit dapat diintervensi sejak awal sebelum berdampak pada kesehatan civitas akademika.
Pihak MAN 2 Kerinci mengapresiasi dan mendukung penuh langkah proaktif petugas kesehatan tersebut. Pihak madrasah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti rekomendasi hasil penyisiran, terutama dalam menggiatkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjaga kebersihan lingkungan secara berkala, serta memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran seluruh warga MAN 2 Kerinci terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta suasana belajar-mengajar yang sehat, aman, dan nyaman.
|
3x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...